Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Pemilu 2029 Bermartabat: Bawaslu Padang Panjang Hadiri Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Kota Padang Panjang menghadiri agenda nasional Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang

Bawaslu Kota Padang Panjang menghadiri agenda nasional Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang

TANGERANG,BAWASLU – Bawaslu Kota Padang Panjang menghadiri agenda nasional Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang. Mengangkat tema besar "Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", kegiatan ini menjadi titik awal gerakan bersama untuk mewujudkan kontestasi politik yang demokratis, akuntabel, dan berintegritas.

Acara yang dihadiri oleh jajaran Bawaslu dari berbagai wilayah di Indonesia ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan frekuensi dalam mengawal kedaulatan rakyat melalui pengawasan yang berbasis masyarakat.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty, dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengawal demokrasi. Beliau menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Tangerang sebagai lokasi kick-off bukan tanpa alasan. Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), wilayah ini memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan penguatan pengawasan partisipatif yang lebih masif.

"Kami berharap geliat pengawasan dari Kabupaten Tangerang ini mampu menginspirasi Bawaslu Kabupaten/Kota lain di seluruh Indonesia, untuk terus bergerak dan berfungsi secara optimal di tengah masyarakat," ujar Lolly Suhenty.

Bawaslu RI mencanangkan empat karakter utama yang harus dimiliki oleh alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif, yaitu:

  1. Logis: Memiliki pola pikir yang rasional dalam menganalisis setiap fenomena di lapangan.

  2. Kritis: Mampu mempertanyakan dan menelaah setiap potensi pelanggaran dengan tajam.

  3. Berani: Memiliki integritas untuk menyuarakan kebenaran dan melaporkan ketidakadilan.

  4. Berdampak: Setiap tindakan pengawasan harus memberikan pengaruh nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Ali Faisal, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen untuk bergerak serentak demi pemilu yang bermartabat. Senada dengan itu, Bupati Tangerang, H. Mochamad Maesyal Rasyid, berharap program P2P ini melahirkan sosok pengawas yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga kreatif dan inovatif dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat.

Bagi Bawaslu Kota Padang Panjang, mengikuti agenda kick-off ini merupakan bentuk komitmen untuk menyerap strategi pengawasan terbaru dan menerapkannya di Kota Serambi Mekkah guna memastikan masyarakat terlibat aktif dalam menjaga kemurnian suara di setiap tahapan pemilu mendatang.(*)

penulis dan foto : humas