Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Pengawasan Inklusif, Bawaslu Padang Panjang Gelar Konsolidasi Demokrasi di SLB Negeri 1

Bawaslu Kota Padang Panjang menyambangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Padang Panjang pada Rabu (10/06/2026)

Bawaslu Kota Padang Panjang menyambangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Padang Panjang pada Rabu (10/06/2026)

PADANG PANJANG,BAWASLU– Dalam upaya nyata memperluas jangkauan pengawasan partisipatif yang inklusif dan ramah disabilitas, Bawaslu Kota Padang Panjang menyambangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Padang Panjang pada Rabu (10/06/2026). Kehadiran jajaran pengawas pemilu ini bertujuan untuk menggelar program "Konsolidasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula Disabilitas".

Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Padang Panjang, Agus Salim, bersama jajaran staf teknis. Turut mendampingi, Anggota Bawaslu Kota Padang Panjang, Winda Aprizona, serta Koordinator Sekretariat, Novlinda.

Dalam sesi sosialisasi yang berlangsung hangat, Koordinator Divisi HPPH, Agus Salim, memberikan pemahaman mendasar mengenai perbedaan mendasar antara kontestasi pemilu lokal (Pilkada) dan pemilu nasional. Beliau menekankan betapa berharganya satu suara dari setiap warga negara, termasuk teman-teman disabilitas.

"Konstitusi menjamin hak pilih yang setara bagi seluruh warga negara tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental. Melalui konsolidasi ini, kita ingin adik-adik di SLB Negeri 1 paham bahwa mereka memiliki peran besar untuk menentukan arah masa depan bangsa ini melalui penggunaan hak pilih yang bijak," ujar Agus Salim.

Di sisi lain, Anggota Bawaslu Winda Aprizona memperdalam materi dengan memaparkan ragam potensi pelanggaran pemilu yang perlu diwaspadai, seperti praktik politik uang dan penyebaran berita bohong (hoax).

Mengingat latar belakang kependudukan para siswa yang variatif, Winda juga secara khusus mengupas tuntas mekanisme dan prosedur pindah memilih (Daftar Pemilih Tambahan/DPTb). "Kami memahami bahwa tidak semua siswa-siswi di SLB Negeri 1 ini mengantongi KTP domisili Kota Padang Panjang. Oleh karena itu, edukasi mengenai syarat dan alur pindah memilih ini penting agar mereka tetap bisa menyalurkan hak suaranya di TPS terdekat pada hari pemungutan suara nanti tanpa kendala administrasi," jelas Winda.

Kunjungan edukatif ini mendapat sambutan yang sangat positif dan penuh antusiasme dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Padang Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada komisioner dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Padang Panjang.

Menurut pihak sekolah, sosialisasi jemput bola seperti ini sangat membantu membuka cakrawala berpikir para murid mengenai dunia kepemiluan, sekaligus memberikan rasa percaya diri bahwa hak-hak mereka diakui dan dikawal dengan baik oleh negara melalui Bawaslu.(*)

penulis dan foto : humas