Lompat ke isi utama

Berita

Kawal Hak Pilih Pasca-Bencana, Bawaslu Padang Panjang Lakukan Uji Petik di Kawasan Terdampak Galodo Silaing Bawah

Uji Petik Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 sebagai langkah pengawasan pasca-pelaksanaan Coklit Terbatas oleh KPU Kota Padang Panjang.

Uji Petik Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 sebagai langkah pengawasan pasca-pelaksanaan Coklit Terbatas oleh KPU Kota Padang Panjang.

PADANG PANJANG,BAWASLU – Bawaslu Kota Padang Panjang melaksanakan Uji Petik Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 pada 30-31 Maret 2026 sebagai langkah pengawasan pasca-pelaksanaan Coklit Terbatas oleh KPU Kota Padang Panjang.

Kegiatan yang berlangsung pada akhir Maret 2026 ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Agus Salim. Fokus utama uji petik kali ini adalah memastikan akurasi data pemilih di wilayah terdampak bencana alam hebat yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Tim Bawaslu memberikan perhatian khusus pada data warga yang meninggal dunia akibat bencana alam Galodo (Banjir Bandang) yang melanda wilayah Padang Panjang pada November 2025. Secara spesifik, pengawasan dilakukan di wilayah RT 20 Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, yang merupakan salah satu titik terdampak paling parah.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Agus Salim beserta jajaran staf sekretariat berkoordinasi langsung dengan Ketua RT 20 Silaing Bawah, Bapak Rahmad. Koordinasi ini bertujuan untuk memverifikasi secara faktual data penduduk yang telah meninggal dunia agar statusnya dalam daftar pemilih segera diperbarui menjadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Agus Salim menegaskan bahwa validasi data pasca-bencana merupakan prioritas krusial. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan data pemilih di kemudian hari serta memastikan daftar pemilih tetap bersih dan akuntabel.

"Kami harus memastikan bahwa setiap warga yang telah mendahului kita akibat bencana Galodo November lalu datanya telah tersinkronisasi dengan baik. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap integritas data pemilih sekaligus upaya mitigasi kerawanan pemilu di masa depan," ujar Agus Salim.

 

 

Penulis dan foto : humas