Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Padang Panjang Sambangi Kauman Muhammadiyah, Ajak Pemilih Pemula Kawal Demokrasi Berintegritas

 Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Padang Panjang menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi di Kompleks Pendidikan Kauman Muhammadiyah pada Rabu (11/02) Oleh Bawaslu Kota Padang Panjang di Kauman Muhammadiyah

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Padang Panjang menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi di Kompleks Pendidikan Kauman Muhammadiyah pada Rabu (11/02) Oleh Bawaslu Kota Padang Panjang di Kauman Muhammadiyah

PADANG PANJANG,BAWASLU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Padang Panjang menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi di Kompleks Pendidikan Kauman Muhammadiyah pada Rabu (11/02). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali ratusan siswa sebagai pemilih pemula dengan pemahaman mengenai pengawasan partisipatif dan bahaya politik uang.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Padang Panjang, Hidayatul Fajri, didampingi Anggota Bawaslu, Agus Salim, serta jajaran staf Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH).

Dalam paparannya di hadapan sekitar 300 siswa-siswi, Hidayatul Fajri menekankan pentingnya peran pemuda dalam ekosistem demokrasi. Beliau menjelaskan secara detail mengenai:

  • Esensi Demokrasi: Mengapa suara anak muda sangat menentukan arah bangsa.

  • Lembaga Penyelenggara Pemilu: Peran KPU, Bawaslu, dan DKPP dalam menjaga kualitas kontestasi.

  • Tugas dan Fungsi Bawaslu: Bagaimana Bawaslu bekerja dalam mencegah, mengawasi, dan menindak pelanggaran di lapangan.

Sementara itu, Agus Salim memberikan pendalaman materi terkait aspek hukum pemilu, khususnya mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135. Penjelasan ini krusial agar siswa memahami batasan-batasan hukum dan dinamika regulasi yang berlaku dalam proses pemilihan.

Selain itu, Bawaslu secara tegas mengajak para siswa untuk menjadi agen Pengawasan Partisipatif. Para siswa didorong untuk berani menolak dan melaporkan praktik politik uang (money politics) yang kerap menyasar pemilih pemula.

"Siswa-siswi bukan hanya objek suara, melainkan subjek yang ikut mengawasi jalannya demokrasi. Kami ingin mereka menjadi pemilih yang cerdas dan kritis," ujar Fajri di sela-sela diskusi.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari keluarga besar Kauman Muhammadiyah. Diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari siswa mengenai tata cara pelaporan pelanggaran hingga cara menyaring informasi hoaks menjelang hari pemungutan suara.(*)

penulis dan foto : humas