Lompat ke isi utama

Berita

Persiapan Pemilu 2029, Bawaslu Padang Panjang Ikuti Program SEPAKAT Terkait Penguatan Renstra

Jajaran Bawaslu Kota Padang Panjang mengikuti kegiatan SEPAKAT (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat) secara daring pada Senin (18/05/2026).

Jajaran Bawaslu Kota Padang Panjang mengikuti kegiatan SEPAKAT (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat) secara daring pada Senin (18/05/2026). 

PADANG PANJANG,BAWASLU – Jajaran Bawaslu Kota Padang Panjang mengikuti kegiatan SEPAKAT (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat) secara daring pada Senin (18/05/2026). Edisi kali ini mengangkat tema strategis: "Penguatan Strategi Kinerja Bawaslu Kabupaten/Kota dalam Mendukung Implementasi Rencana Strategis Bawaslu pada Masa Pra Tahapan Pemilu 2029".

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Sumatra Barat ini diselenggarakan secara virtual dengan Bawaslu Kota Padang bertindak sebagai pelaksana teknis. Agenda ini menjadi wadah penting bagi pengawas pemilu tingkat daerah untuk menyusun langkah taktis di masa non-tahapan.

Diskusi daring ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang penguatan kelembagaan. Pemateri pertama, Anggota Bawaslu Kota Padang, Afrisal, memaparkan secara rinci mengenai roadmap (peta jalan) implementasi Rencana Strategis (Renstra) Bawaslu pada masa pra-tahapan Pemilu 2029.

Menurut Afrisal, ada empat pilar utama yang harus dipersiapkan sejak dini oleh Bawaslu Kabupaten/Kota:

  1. Analisis dan Pelatihan SDM: Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas jajaran pengawas.

  2. Sistem Pengawasan Berbasis Teknologi Informasi: Memaksimalkan digitalisasi data dan pelaporan.

  3. Penguatan Koordinasi: Membangun hubungan kelembagaan yang solid dengan mitra strategis.

  4. Evaluasi dan Publikasi: Menjamin transparansi kinerja kepada publik secara berkala.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne, membagikan pengalaman konkret mengenai strategi pencapaian kinerja berdasarkan Renstra Bawaslu 2025–2029 dengan menekankan variabel efisiensi. Beliau menguraikan pentingnya menyelaraskan relasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan target strategis lembaga, yang mencakup aspek pencegahan, pengawasan, penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, reformasi birokrasi, tata laksana, hingga pembinaan internal.

Secara khusus, Iwan memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Bawaslu di Sumatra Barat yang tetap menghidupkan program inovatif seperti SEPAKAT sebagai wadah peningkatan kapasitas, meskipun berada di tengah keterbatasan anggaran. Beliau juga membagikan visualisasi riil terkait alat ukur pencapaian kinerja yang  diterapkan di Sulawesi Tenggara untuk diadopsi sebagai langkah strategis di daerah lain.

Bagi Bawaslu Kota Padang Panjang, keikutsertaan dalam forum SEPAKAT ini merupakan langkah krusial untuk mengadopsi formula pengawasan yang efisien. Meski tahapan Pemilu 2029 masih berada di masa pra-tahapan, penguatan fondasi internal dan program kerja non-tahapan harus tetap berjalan optimal demi melahirkan pengawasan yang bermartabat di Kota Serambi Mekkah.(*)

 

Penulis dan Foto :humas